Ayam Goreng Sambal Cabe Hijau

Selama bulan puasa ini jadi lebih males masak, tapi sekalinya pengen masak, yang kebayang menu-menu khas Indonesia, salah satu contohnya sambel ijo khas padang. Kalo di Indonesia enak ya, tinggal melipir ke rumah makan padang pas buka puasa…tapi disini jadi lebih kreatif euy, nyoba2 nyari resep sambel ijo dan akhirnya nyangkut di salah satu web dan eksekusilah sambel ijo plus ayam goreng untuk buka puasa bareng temen-temen.

20140723-175424-64464013.jpg

Ayam Goreng Sambal Cabe Hijau

resep dari sini 

Bahan Sambal Cabe Hijau:

  • 250 gr cabe hijau besar, buang tangkai
  • 50 gram cabe rawit hijau (saya ga pake krn disini ga ada)
  • 4 siung bawang merah
  • 3 sendok teh minyak goreng
  • 2 siung bawang putih
  • 2 buah tomat ijo (saya pake tomat merah karena tomat ijo ga ada)
  • 1/2 sdt air jeruk nipis
  • gula pasir secukupnya
  • garam secukupnya

Cara membuat sambal cabe hijau:

  • potong kasar cabe hijau dan cabe rawit hijau
  • kukus cabe hijau dan cabe rawit bersama bawang merah, tomat dan bawang putih kurang lebih 5 menit. angkat.
  • jika sudah layu, tumbuk bahan diatas secara kasar.
  • siapkan minyak goreng dan tumis semua bahan sampai layu dan wangi.
  • tambahkan gula, air jeruk dan garam. masak hingga matang.
  • angkat dan sajikan.

Untuk cara membuat ayam goreng ga perlu ditulis disini ya, semua juga bisa :P

Karena kemaren sambalnya jadinya sedikit, jadinya saya campur sambal cabe hijau ini dengan ayam goreng, saya tumis sebentar, dan Alhamdulillah rasanya enak, teman-teman yang menikmati juga doyan. :)

 

 

Review The body shop Drops of Youth

Akhirnya berani mereview satu dari 337 kosmetik yang ada di lemari para perempuan :P review ini dibuat setelah saya menghabiskan satu botol the body shop Drops of youth yg limited edition 50 ml dan mulai menggunakan botol kedua yg berisi 30 ml, atau 3 bulan pemakaian.

20140714-100331-36211634.jpg

Brand: The body shop
Product: Drops of Youth
How to use: i used two drops of it in the morning and night, apply to all my face and tap my face for a while

Benefit:

  • Wajah jadi berasa lebih halus dan kenyal terutama di pagi hari, wajah juga terlihat lebih cerah. Not really sure about the wrinkles and fine lines tapi berasanya lebih mulus aja..hehe..
  • drops of youth ini kan pre serum, nah saat ini saya mengkombinasikannya dengan overnight vitamin E serum in oil, yang mana menurut saya setelah kurleb 3 bulan pemakaian, saya ga cocok pake serum ini :( wajah yg mulai berminyak jadi tambah oily setelah serum diaplikasikan, serta jerawat yang dulu jarang muncul sekarang rutin hadir, walhasil, saat ini saya stop dulu si serum, jadi, drops of youth lalu saya aplikasikan day cream atau night cream. Tapi memang untuk hasil lebih maksimal sebaiknya ditambahkan serum setelah drops of youth, baru kemudian diaplikasikan night cream. Saat ini masih bimbang mau ganti serum apa, mengingat serum incaran harganya selangit :(

Kekurangan:

  • Harganya mahal pisan euy, dompet langsung berasa tipis abis beli si drops of youth :(
  • Drops of youth ini cepat banget abis, entah karena saya meneteskan dua dropsnya kebanyakan, ataukah memang karena saya menggunakannya dua kali sehari. Botol besar yg isi 50 ml habis dalam 2,5 bulan, dan botol kecil isi 30 ml sekarang tinggal separuh dalam jangka waktu kurang dari sebulan pemakaian dan itupun sudah agak saya kurangi tetesannya.

Overall suka dengan efek instan wajah jadi soft dan kenyal yang diberikan oleh drops of youth, tapi jika botol kecil ini habis, saya mau pertimbangkan matang-matang lg untuk repurchase yang ketiga kalinya, lebih karena harganya yang mahal sih…hehe..well, at least dah ga penasaran lagi dengan si Drops of Youth :P

Es Teler

Di Indo malah jarang bikin es teler, paling pas lebaran aja, karena lebih praktis beli di es teler 77 aja drpd mesti nyiapin macem-macem bahannya. Nah, ketika disini tetiba craving es teler, what should i do? yo wis mau tak mau harus bikin sendiri dengan bahan yang terbatas (dan mahal) :(

20140714-100139-36099383.jpg

Es teler
Recipe by myself

Bahan:

  • Nangka, dipotong dadu (disini ada nangka tapi dlm kaleng, isi 5 harganya ¥290)
  • Kelapa muda (disini ada yg jual kelapa muda yg dah diiris dan frozen, ¥490)
  • Alpukat, dikerok atau diiris dadu (disini alpukatnya enak2, sepertinya alpukat mentega, tp harganya 1 buah ¥100 blm termasuk pajak)
  • Santan (disini pake santan instan,tapi better santan segar)
  • Gula pasir secukupnya
  • Sedikit garam
  • Susu kental manis

Cara membuat:

  • Masak santan, gula pasir, dan sedikit garam, karena saya menggunakan santan instan jadi saya tambahkan air, lalu dimasak sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Masak hingga santan mendidih, lalu dinginkan.
  • Campur alpukat, nangka dan kelapa muda dalam bowl, lalu tambahkan kuah santan dan susu kental manis. Tambahkan es batu secukupnya.
  • Siap disantap

Rasanya nikmat dan segar banget saat disantap diwaktu berbuka puasa. Selamat mencoba :)

Berkah Ramadhan di negeri orang

Alhamdulillah ini tahun pertama saya berpuasa di negeri orang, puasa kali ini dilalui dari sekitar pukul 2.40-19.00 atau kurang lebih 16,5 jam. Semakin menantang karena bulan ramadhan ini bertepatan dengan dimulainya summer, yang mana suhu udara sempat mencapai 38 derajat celcius. Awalnya, saya mengira puasa kali ini akan terasa lebih berat dibandingkan puasa tahun-tahun sebelumnya, namun Alhamdulillah ternyata banyak limpahan berkah yang membuat puasa disini insyaallah dapat dijalani dengan sebaik-baiknya.

Dimulai dari cuaca yang meski sudah mulai masuk summer, tapi masih sering cloudy atau hujan, Alhamdulillah karena tak harus menghadapi panasnya matahari terik setiap hari. Namun hari jumat yang lalu, ketika cuaca sedang panas-panasnya, peluh bercucuran dan tubuh terasa lemas ketika sampai di kampus, tapi Alhamdulillah sampai di kampus dan bertemu dengan ruangan ber-AC, dehidrasi itu sedikit terobati, haha…pun tak kalah panasnya hari sabtu kemarin-ketika real feel mencapai 38 derajat celcius, meski accuweather menunjukkan suhu 30 derajat celcius saja- berada di dalam kamar saja rasanya sangat panas dan gerah, sehingga AC kamar harus dinyalakan, tak cukup hanya dengan kipas angin. Untungnya karena sabtu kemarin saya seharian di rumah saja :p

Berkah ramadhan yang saya dapatkan lainya adalah kemurahan hati dari berbagai macam pihak yang saya temui. Mulai dari obrolan singkat dengan para orangtua Jepang yang sedang plesiran, ketika kami sama-sama sedang antre menunggu bus. Mereka memulai obrolan dengan menanyakan asal saya, ngapain di Jepang, termasuk mengenai jilbab yang saya pakai. Mereka mengajak berbincang dalam bahasa jepang, yang mana saya banyakan ga pahamnya, tapi garis besar pertanyaannya kurang lebih seperti yang saya sampaikan tadi. Walaupun terbata-bata, saya coba menjawab dalam bahas jepang yang seadanya. Lalu, ketika duduk di dalam bus yang sama, salah satu dari orang tua itu menawarkan saya permen, saya ambil, lalu saya jelaskan bahwa sekarang saya belum bisa memakan permen tersebut, karena saya sedang berpuasa. Awalnya mereka bingung tapi kemudian saya jelaskan bahwa saya belum bisa makan dan minum, bahwa saya muslim, lalu mereka angguk-angguk, wallahualam apakah mereka paham ato enggak. Lalu, ketika saya turun, saya ucapkan terima kasih dan sayonara, dan mereka menjawab dengan senyum ramahnya “sayonara” sambil melambaikan tangannya. Ahh…percakapan singkat itu membuat hati terasa sejuk, ditambah lagi dengan keramahan dalam bentuk dua butir permen, betapa kebaikan itu bisa datang dari arah yang mana saja.

20140713-202355-73435656.jpg

Pengalaman berikutnya adalah saat direktur program kampus saya menawarkan tumpangan dengan mobilnya, saat saya dan teman-teman hendak pulang dari kampus dan berjalan menuju stasiun terdekat yang biasanya ditempuh dengan berjalan kaki selama 20 menit. Beliau menawarkan mengantar kami menuju stasiun tersebut, di sore hari yang gerah dan tenaga yang terkuras setelah seharian kuliah, tumpangannya terasa bagai oase, lumayan banget untuk menghemat energi sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Yang tak kalah indahnya adalah ketika saya hendak berbuka puasa di salah satu restoran halal ketika saya sedang ke Tokyo, saya memesan paket set roti nan dan 3 jenis kari, minumnya hanya air putih dingin saja. Namun, menjelang ifthar, si pemilik restoran memberikan saya kurma, es sirup selasih, buah-buah potong, perkedel kentang dan Srilanka’s kanji, rice porridge dengan sepotong beef. Alhamdulillah…banyak sekali hidangan yang disajikan diluar menu yang saya pesan. Ternyata si pemilik restoran ini sedang mengadakan buka bersama dengan teman dan keluarganya, mungkin ia segan jika tidak membagi tamu yang lain. Tanpa menu yang saya pesan pun saya telah merasa kenyang dengan semua hidangan yang dia sajikan. Semoga Allah SWT membalas kebaikannya dengan rezeki yang berlimpah.

20140713-202325-73405828.jpg

Teman-teman kuliah saya yang non muslim pun sangat bertoleransi kepada saya, kami pernah mengadakan buka bersama di rumah teman saya, dan kami memasak masing-masing untuk dinikmati bersama saat berbuka puasa. Bahkan dia membuatkan kami berbagai masakan dan dessert untuk berbuka dan we had a small party in her room.

Subhanallah…kebaikan itu ada dimana-mana, disekeliling saya, betapa saya merasa sangat beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan peduli, yang melihat saya sebagai seorang manusia biasa, seorang teman, seorang kenalan, tanpa berusaha men-judge siapa saya sebenarnya, apa agama saya, apakah saya berbuat kesalahan atau kebaikan, etc. Betapa keramahan dan kemurah hatian itu sesungguhnya ada dalam diri setiap manusia, tanpa mempedulikan agama, tanpa melihat suku, pekerjaan, latar belakang. Cukuplah dilandasi rasa kemanusiaan, rasa empati sesama makhluk.

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustai?

Buko pandan

This is the very simple dessert yet yummy from Philippines that my friend, meilin, taught me. Buko means young coconut in Philippines, and pandan is the same pandan leaves in Indonesia. Since it is difficult to find pandan leaves in Japan, thus I skipped it.

20140713-160441-57881236.jpg

Buko Pandan
Recipe by Meilin

Ingredients:

  • jelly powder (green is preferable)
  • nata de coco
  • young coconut
  • all purpose cream (fresh cream will do)
  • 100 gr condensed milk
  • pandan leaf

How to:

  • make a pudding with green jelly (mine is plain jelly since i couldn’t find the green jelly powder in here), add only less sugar and pandan leaf, cook until boiled and separate the pandan leaf. After it has been set, cut into small square.
  • mix the pudding, nata de coco, and young coconut in a bowl.
  • in a separate bowl, mix all purpose cream and condensed milk.
  • last, mix all the ingredients into one, and put in inside the fridge. Best served chilled.

The difference between care and interfere

Saya berusaha mencari perbedaan antara care dan interfere, dalam hal ini, di sebuah hubungan pertemanan -garis bawahi pertemanan, not even a bestfriend-

Satu pihak mengklaim bahwa dia berusaha memberikan masukan, saran, karena dia berusaha care dengan pihak lain.

Namun pihak lainnya mengira bahwa yang dilakukan oleh pihak pertama bukan care, tapi interfere, dan pihak lain ini tidak suka kehidupan pribadinya di interfere oleh orang lain.

Lalu, saya pun berpikir, apakah benar yang dilakukan pihak pertama kepada pihak kedua ini adalah bentuk kepedulian, rasa sayang, ataukah bentuk sebuah interfere dalam hidup orang lain, untuk membuat pihak kedua berbuat hal yang menurut pihak pertama adalah benar.

Saya mencoba bertanya kepada seorang teman, dan dia menjawab, beda antara care dan interfere adalah pada keinginan pihak kedua untuk dicampuri urusannya atau tidak oleh pihak pertama. Jika pihak kedua membicarakan urusannya kepada pihak pertama, artinya dia ingin pihak pertama care kepadanya, entah dalam bentuk sekedar mendengarkan, menjadi a shoulder to cry on, atau membantu memberikan masukan dan saran kepada pihak kedua. Itu adalah bentuk kepedulian, care-nya pihak kedua kepada pihak pertama.

Namun, apabila pihak kedua tidak ingin pihak pertama mencampuri urusannya, lalu tiba-tiba pihak pertama tersebut memberikan saran, koreksi, kritik, atau malah menyindir, mengolok2, dan membicarakan pihak kedua dengan pihak ketiga dst, maka itu bukanlah bentuk care, tapi interfere dalam kehidupan pihak kedua, karena pihak kedua tidak pernah memberikan otorisasi kepada pihak pertama untuk memberikan bentuk perhatian kepadanya.

Jawaban teman saya tersebut cukup membuka pandangan saya mengenai perbedaan care dan interfere. Namun, timbul pertanyaan baru, apakah bentuk kepedulian itu harus melalui persetujuan si empunya urusan? Tak bisakah sebagai sesama manusia kita berusaha peduli pada manusia lainnya?
Menurut saya jawabannya bisa, sepanjang kepedulian itu memberikan sesuatu manfaat bagi manusia lain. Contohnya: memberikan makanan kepada peminta-minta, kita berusaha care, peduli padanya, tanpa diminta yang bersangkutan, dan bentuk kepedulian itu memberikan manfaat kepadanya, tidak merugikan atau melukainya.
Namun, apabila kemudian kepedulian yang diberikan dengan sukarela itu malah memberikan kesedihan, kekecewaan, luka, atau hal-hal negatif lainnya bagi si penerima kepedulian, maka hal itu bukanlah sebuah bentuk kepedulian lagi, tapi bentuk interfere dalam kehidupan pihak kedua. Terlebih, jika pihak pertama mengolok-olok, menyindir, melukai hati dan perasaan pihak kedua, yang diklaim sebagai bentuk care pada pihak kedua, man, that is so cruel IMO…

Diskusi mengenai care dan interfere ini semoga dapat menjadi sebuah catatan bagi saya untuk lebih menjaga sikap dan perbuatan kepada orang lain, berusaha tidak mencampuri urusan masing-masing orang kecuali diminta, berusaha care tanpa harus interfere, karena semua orang mempunyai permasalahan masing-masing, kadang dia mampu menyembunyikannya, kadang ia tak mampu menyembunyikannya, namun,semoga saya tidak menjadi orang yang men-judge orang lain hanya dari point of view saya sendiri, tanpa mengetahui circumstances orang lain tersebut, bisa jadi ia sedang memiliki masalah pelik namun ia pandai menyembunyikannya, dan justru dengan interfere (yg saya kira care) saya malah membuatnya berada dalam masalah yg lebih pelik lagi.

Self reminder buat saya, karena saya bukan seorang suci, bukan seorang yg cerdas, bukan seorang yg bijak, namun, saya ingin menjadi seorang yg lebih baik.

Dan saya juga mengetahui bahwa, jikalau kita membicarakan mengenai seseorang, hanya ada dua pilihan, jika yang dibicarakan adalah kebenaran maka itu termasuk ghibah, dan jika itu salah maka termasuk fitnah, tak ada yang baik dari membicarakan orang lain, apapun konteksnya, termasuk membicarakan dalam rangka mencoba care (atau interfere) kepada orang tersebut.

Terakhir, saya berusaha untuk selalu mengingat bahwa tak semua yang dipikirkan oleh otak harus diucapkan oleh mulut, jadi, think, think, and think before you talk.

*selamat berpuasa* ^_^

First Movie Experience in Japan


Akhirnya kesampean nonton film di bioskop di Jepang, hehe..dah lebih sebulan yang lalu sih, lupa mulu mau diposting. It was a bright day, Pas itu lagi period hari pertama, bawaannya not in a good mood, trus akhirnya iseng nanya ke temen gimana caranya nonton di Jepang, pas juga lagi heboh-hebohnya X-men ditayangkan di bioskop. Beberapa temen nyetatus tentang x-men, tapi berhubung I’m not a big fans of it, jadi biasa aja sih, ga pengen-pengen banget juga nontonnya. Tapi penasaran juga pengen nyobain nonton film di bioskop sini. Hayah, galau banget kan…

Akhirnya iseng pergi ke Kawasaki, membulatkan tekad untuk nyobain nonton, kalo ga berhasil yo wis gpp. Karena niatnya mau nonton di Toho Cinema, jadilah sampe ke stasiun mencari-cari letak si Toho cinema. Sempat nyasar-nyasar nyari cinemanya, karena di Kawasaki ada satu cinema lain selain si Toho cinema. Alhamdulillah akhirnya ketemu juga si Toho. Tantangan berikutnya, mencoba peruntungan membeli tiket di mesin tiket. Yup, disini kalo mau beli tiket bioskop enggak ketemu mbak or mas-mas kasir tapi menghadapi mesin berbahasa jepang. Challenging! tapi Alhamdulillah petunjuknya bisa dimengerti dengan gambar, ya..walau sedikit ga mudheng tapi akhirnya berhasil beli tiket X-men in english (they also had the Japanese dubbed–errr I don’t want to watch that, zenzen wakarimasen—) Harga tiketnya untuk general 1800yen (!!!) mahal bangets, ini juga alasan males nonton di bioskop, mending nyari film2 nya di web and nonton online deh (uppss…) untuk anak kuliahan -ehm…masih dianggap anak kuliah euy walau dah tuwir- dapet diskon jadi 1500 yen, untuk 3D (kemaren nonton yg 3D) kena charge tambahan 400 yen, dan jika ga punya (or ga bawa) kacamata 3D kita bisa membelinya seharga 100yen. Uniknya, Toho cinema ini punya special price untuk marriage berupa 50% discount if one person already 50 years old or older.

20140612-071004-25804423.jpg

Jadwal cinema disini tak sebanyak di Indonesia, kemaren untuk x-men hanya ada 3 show dalam sehari, satu kali di siang hari dan 2 kali di malam hari.

Berhubung nontonnya pas hari kerja dan juga berhubung x-mennya english sub, jadi yang nonton ga terlalu banyak, hanya kurleb 1/10 isi bioskop. Yup, ga nyangka juga, untuk film se-famous x-men, animo nya tak sebanyak yang diduga. Tampaknya, banyak yang prefer nonton dengan Japanese sub, kebanyakan yang nonton english sub kemaren sih bapak2 pekerja kantoran, dan jarang anak kuliahan (ehm…)

20140612-071004-25804531.jpg

Uhmmm…untuk filmnya sendiri, tak perlu di review lah ya…hehe..so far I enjoyed the movie, the theater was also nice, with good sounds, same with the one in Indonesia.

Dan akhirnya, kesampaian juga niatan nonton, tapi ga sering-seringlah, maybe the first and the last time, kecualia ada film anak-anak yang bagus yang bisa ditonton bareng kakak nanti, insyaallah :)