Hari ini kakak berusia 25 bulan, dan sampe jam segini bocahnya masih melek tuh, efek tidur siang yg kesorean
di usia yg ke 25 bulan ini, BBnya kakak 10,2 kg (sepertinya nambah sekian gram deh, cos berasa lebih tembem pipinya ama endut perutnya seminggu ini), TBnya 86 cm.
Seminggu yg lalu ketika periksa ke dsa sekaligus imunisasi, bunda kan menyebutkan bahwa kakak masih jarang sekali bisa menggabungkan dua kata, Subhanallah seminggu ini kakak menunjukkan perkembangan yg signifikan, kakak mulai bisa menggabungkan dua kata sederhana, seperti “buda bubu” untuk bunda bobo, “ayah bubu” atau “kakak bubu”. Diawali dg bunda yg sering melatih kakak untuk ngomong dua kata, seperti “kakak makan”, “kakak sholehah”, sejenis itu deh, lalu kakak menirukannya,tentunya verbalnya belum komplit, jadi kadang cuma endingnya aja, seperti “kakak hah” untuk kakak sholehah, atau “kakak kaka” untuk kakak makan.
Namun beberapa kali bunda sempat menangkap kakak bisa mengucapkan sendiri dua kata ini tanpa harus distimulus dulu, jadi pas bunda ketiduran, si ayah jg ketiduran, sementara kakak masih bangun, antara setengah sadar bunda mendengar kakak ngomong sendiri “buda bubu” “ayah bubu” trus ga lama si kakak bobo deh sebelahnya bunda. Ih, I’m such a proud mommy
keep up the good work ya kak…
Perkembangan lainnya adalah: dah bisa ngambek. Ngambeknya itu pake acara diam dan nunduk, atau berbalik arah dan menjauh dr bunda. Hayo belajar dari mana tuh cara ngambek seperti itu?
Kakak juga suka banget menggambar, kalo dulu gambarnya masih corat coret ga jelas, sekarang udah mulai rapih, jadi menggambarnya dg cara menggelapkan suatu sisi, walau belum pas di dalam objek, tapi setidaknya kakak dah ngerti kalo disuruh mewarnai objek, dah mulai rata dan fokus. Trus, kalo bunda suruh gambar ikan, kakak akan menggambar objek, kemudian ketika bunda tanya “matanya mana?” dia akan menunjuk bagian yg tepat seolah2 itu mata, demikian juga kalo bunda tanya “mana buntutnya?” dia akan menunjukkan bagian belakang dr gambar buatannya itu.
Kakak juga dah bisa menghitung 1-10 dg bahasanya sendiri
“tu, wa, ga, pa, ma, na, jujuh,papan,hah,wuh”
Kakak sangat suka mendengarkan cerita bunda, sering minta dibacain cerita yg sama sampe berkali2, sampe yg nyeritain bosen.
Satu yg keliatan lagi, adalah sifat keras kepala kakak. Kalo udah ada yg dipengenin, ga bisa dirayu ga bisa dibujuk, harus dipenuhi juga. Tapi ga semuanya bunda penuhi, kalo memang ga bisa, ya ga dipenuhi, dg risiko kakak guling2 atau ngamuk digendong bunda.
What’s next, then?