Menyimpan ASI Perah

Setelah sebelumnya memerah ASI, sekarang bagaimana manajemen penyimpanan ASIP?

ASI yang telah diperah oleh bunda, dapat ditampung sementara dalam botol susu, botol kaca, atau plastik penampung ASI. Untuk bunda yg bekerja yang memiliki kulkas di kantor, dapat menitipkan ASIP yang telah diperah dalam kulkas bawah kantornya (bukan di freezer) selama jam kantor, untuk kemudian dibawa pulang dg menggunakan cooler bag yg diberi blue ice atau ice pack. Namun bila tidak ada kulkas di kantor, bunda dapat langsung menyimpan ASIPnya dalam cooler bag yg telah diberi blue ice atau ice pack (kalo bisa jumlahnya cukup banyak untuk memastikan ASIP tetap dingin hingga jam kantor selesai dan bunda tiba dirumah). Jangan lupa, malam sebelumnya, blue ice atau ice pack ini harus disimpan dalam freezer untuk menampung dingin. Daya tahan blue ice dan ice pack ini bermacam2, sekitar 3-12 jam tergantung jenis blue ice/ice pack yg digunakan dan besarnya.cmiiw ya…

MENSTERILKAN BOTOL SUSU/KACA PENYIMPAN ASIP

Sebelumnya, apabila hendak menggunakan botol susu untuk menampung sementara ASIP, bunda harus mencuci bersih botol susu tersebut dg cairan pembersih (direkomendasikan yg khusus utk bayi, tp klo mau pake cairan cuci piring yg biasa jg g masalah koq), bagian dalam nya disikat dg sikat botol, kemudian disterilkan. Untuk mensterilkan botol susu, bunda harus memperhatikan baik2 kandungan dalam botol susunya, apakah telah bebas Bisphenol A (BPA) atau belum. BPA adalah zat kimia yg terdapat dalam botol susu yg dapat terlepas ketika dilakukan pemanasan, dampak dari BPA ini memang dalam jangka waktu yg lama, yang dapat menyebabkan tumor, kanker, dan penyakit2 lainnya. Untuk menghindarinya, gunakan botol yg telah terjamin BPA free, banyak koq merknya, bunda tinggal googling aja. Nah, untuk mensterilkan botol susu yg BPA free, sebaiknya disiram/diguyur air panas sebentar aja, atau kalo mau direbus sekitar 5-10 menitan deh, jangan kelamaan, walaupun si botol telah mengklain BPA free. jangka waktu perebusan ini relatif dink, bunda mendapatkan angka tersebut dr googling.

Untuk menampung ASIP dalam botol kaca, si botol juga harus dicuci terlebih dahulu, disikat bagian dalamnya (dapat dilakukan dg mengguyur bagian dalam dg air hangat kuku lalu disikat dg sikat botol untuk menghilangkan lemak susu), kemudian disterilkan dg cara direbus dalam air mendidih. Karena materialnya yg dari kaca, sehingga botol ini lebih aman digunakan, jadi dapat direbus sekitar 10 menit dalam air mendidih. Namun, ada juga yg menyarankan agar air direbus hingga mendidih, kemudian masukkan botol kaca dalam air mendidih tersebut dan rebus dg api kecil selama sekitar 2-5 menit. Patokan menit yg pasti ga ada, jadi sekiranya menurut bunda udah cukup steril, ya udah diangkat aja. Lalu dikeringkan dg cara dibalik agar air yg ada dibagian dalam nya keluar.

Mensterilkan botol ini juga dapat dilakukan dg alat sterilizer yg banyak dijual dipasaran, lebih praktis siy, tapi sayangnya harganya relatif mahal euy…hehe…semua kembali kepada pilihannya bunda, mau memilih steril dg cara tradisional atau dg cara modern.

oia, satu tips lagi, menurut sumber yg bunda baca, sebaiknya untuk sterilisasi perlengkapan bayi ini, minimal dilakukan sampai bayi berusia 1 th, karena sistem pertahanan tubuh bayi usia dibawah 1 th masih belum sempurna, sehingga mudah terkena infeksi kuman yang mungkin terdapat pd perlengkapan. Setelah usia 1 th, bayi dapat memproduksi zat antibodi dan lebih tahan thd kuman yg berbahaya. (dr. Suririnah-buku pintar merawat bayi 0-12 bulan).

PENYIMPANAN ASIP

Setelah ASIP disimpan dalam botol, sesampainya dirumah, ASIP tersebut dapat langsung dimasukkan dalam kulkas bawah terlebih dahulu untuk menyamakan suhunya dg suhu kulkas, baru kemudian dapat diletakkan di freezer. Jangan lupa, tadi setelah memerah, harus diberi label dulu botolnya, yg terdiri dari tanggal pemerahan, jumlah pemerahan, dan kalo bisa jam pemerahan. Nah, ASIP yg dalam botol susu dapat dipindahkan ke botol kaca, tentunya untuk mengisi botol kaca, jangan sampe kepenuhan ya..soalnya kalo botol kaca dimasukkan dalam freezer akan mengalami pemuaian, dan kalo kepenuhan, botol bisa pecah. Jadi, diisi maksimum seleher botol aja.

Daya tahan ASIP

  • Di ruang terbuka (suhu normal tanpa AC) : ASIP tahan sekitar 4 jam, ada yg bilang bisa bertahan sekitar 6-8 jam, tapi untuk berjaga2 mending ambil yg paling minimum deh…
  • Di dalam kulkas bawah : ASIP dapat bertahan selama 3×24 jam, ini apabila ASI diletakkan bersama-sama dg bahan makanan lainnya.  namun ada yg bilang klo disimpan di kulkas bawah dalam kontainer khusus ASI, maka daya tahannya meningkat menjadi 7-8 hari.
  • Dalam freezer kulkas 1 pintu: ASIP bertahan selama maksimal 2 minggu
  • Dalam freezer kulkas 2 pintu : daya tahan ASIP meningkat menjadi 3 bulan
  • Dalam freezer khusus: ASIp bertahan hingga 6 bulan.

Namun perlu diingat ya bunda, ASIP yang dimasukkan di freezer relatif lebih banyak kehilangan zat gizi dibandingkan dg ASIp yg disimpan dlm kulkas bawah, namun zat gizi yg hilang tentu saja tidak signifikan apabila dibandingkan dg bunda memberikan sufor, karena tetap ASI lah yg lebih baik. Jadi, bunda dapat memilih dg bijak, apakah ingin menerapkan sistem FIFO(first in, first out) untuk ASIP dari freezer dengan memberikan ASI kepada bayi dg menggunakan ASIP freezer, atau menggabungkan antara ASIP freezer dg ASI segar.

Sebagai contoh:

Bunda yg bekerja dari pagi-sore, setelah subuh sebelum berangkat dapat memerah ASI terlebih dahulu(atau bisa juga malam sebelumnya), kemudian disimpan di kulkas bawah, untuk kemudian diberikan ke bayi pada waktu bunda berangkat kerja, setelah ASIP segar ini habis, baru lah bayi diberikan ASI yg berasal dari freezer, kemudian sesampainya bunda di rumah dg membawa ASIP, maka ASIP tersebut dapat menjadi stok freezer dan bunda dapat menyusui langsung di rumah. Manajemen ASI lagi2 kembali kepada bunda, hendak menerapkan metode yg mana.

Oia, ASIP juga bisa dicampur loh bunda, asalkan dalam jangka waktu 24 jam. Jadi, misal bunda memerah jam 8 pagi, kemudian ASIP tersebut dimasukkan kulkas bawah. Kemudian jam 11 bunda kembali memerah ASI. Masukkan kembali ke kulkas, maka pencampuran ASI dapat dilakukan sekitar jam1 atau ketika suhu kedua ASI tersebut sama. Pencampuran ASIP ini khususnya bila ASIP yg diperah dalam jumlah yg sedikit atau tidak mencukupi stok satu botol, sehingga harus dicampur utk mendapatkan stok cukup sebotol.

Demikian metode penyimpanan ASIP, untuk info2 lebih lanjut dapat dibaca di http://keluargasehat.wordpress.com/2008/03/15/penyimpanan-asi/

Bagaimana cara menghangatkan ASIP dan memberikan ASIP kepada bayi???

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s